Sabtu, 03 November 2012

WORKSHOP EVAKUASI MANDIRI DAN TABLE TOP EXERCISE (TTX)



Pentingnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap upaya-upaya untuk mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan akibat bencana menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah untuk menjadikan Indonesia tangguh terhadap bencana, sehubungan dengan hal tersebut jugalah BMKG yang memiliki tupoksi dalam menyebarluaskan informasi peringatan dini mengadakan Workshop Evakuasi Mandiri Dan Table top Exercise 2012, dengan Tema Evakuasi Mandiri Menuju Masyarakat Labuan yang Tanggap dan Tangguh Tsunami, Selasa (25/9) di Hotel Mutiara Carita, Pandeglang. Turut Hadir Wakil Bupati beserta Jajaran, Pejabat  Eselon I-IV di lingkungan BMKG, Kepala BPBD Prov. Banten, Drs Suyadi Wiraatmadja  dan 60 orang Peserta  workshop terdiri dari SKPD Provinsi Banten, SKPD Kabupaten Pandeglang, BNPB, LIPI, KOMINFO, KEMENDAGRI, unsur Kecamatan, Desa, Sekolah,  Media lokal dan masyarakat Labuan Pandeglang.

Dalam sambutan Kepala BMKG yang di bacakan oleh Deputi  Bidang Geofisika, DR. PJ. Priharjadi mengatakan Workshop ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan 21-22 Juni 2012 di Serang, beberapa hal yang telah disepakati mengenai arahan perintah evakuasi, protokol sirene, pengembangan rantai peringatan dini tsunami, pengoperasian sistem komunikasi peringatan dini dan kedepan BMKG secara bertahap melakukan pengalihan asset sirine dan DVB kepada Pemda, kesepakatan ini dapat diperkuat kembali dalam workshop kali ini dengan menambah beberapa hal yang kiranya dianggap perlu.
Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BMKG , BPBD Prov. Banten dan Prov. Pandeglang, atas kerja keras dan kerjasamanya dalam membangun sistem peringatan dini Tsunami, di Kab. Pandeglang khususnya di Kecamatan Labuan. Sistem Peringatan dini Tsunami merupakan wujud kemajuan dan kesiapsiagaan dalam upaya mencegah atau mengurangi dampak dari bahaya gempabumi dan tsunami yang dapat timbul kapan dan dimana saja. Kepada semua pihak terkait saling bersinergi  bersama-sama memelihara dan merawat sebaik-baiknya seluruh fasilitas yang ada sehingga kedepannya akan lebih kokoh dan lebih baik untuk mengurangi dampak bencana,ujar Hj. Heryani, Wakil Bupati dalam sambutannya yang mewakili Bupati Pandeglang, dan sekaligus membuka workshop secara resmi .
Workshop ini diharapkan dapat memberikan peningkatan pemahaman resiko tsunami di wilayah labuan, peningkatan pemahaman produk dan rantai peringatan dini tsunami serta rekomendasi penugasan stakeholder/institusi  untuk perintah evakuasi dan dalam rangka persiapan latihan evakuasi  mandiri tahun 2013.









Minggu, 30 September 2012

PAMERAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA BPBD PROVINSI BANTEN PADA BANTEN EXPO 2012



Dalam rangka menyambut Bulan Pengurangan Risiko Bencana dan Ulang Tahun Provinsi Banten ke-12, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten mengadakan Pameran Pengurangan Risiko Bencana yang dilaksanakan di Alun-Alun Barat Kota Serang bersamaan dengan diselenggarakannya Banten Expo 2012 pada tanggal 26 September s.d 30 September 2012.
Pameran terbuka untuk umum, masyarakat bisa memperoleh informasi seputar kebencanaan yang terjadi di Provinsi Banten serta apa saja program-proram yang telah dilaksanakan oleh BPBD Provinsi Banten. Para petugas dari BPBD Provinsi Banten juga memberikan tips-tips apa saja yang harus dilakukan oleh masyakarat pada sebelum bencana terjadi, saat bencana terjadi dan setelah terjadi bencana.
Pada kesempatan ini BPBD Provinsi Banten memberikan leaflet, poster, stiker dan pin kepada masyarakat sebagai sumber informasi untuk mendeteksi gejala terjadinya bencana, usaha untuk mengurangi dampak dan risikonya serta antisipasi yang harus dilakukan. BPBD Provinsi Banten juga mengadakan kuis yang terbuka untuk umum yang bisa diikuti pelajar SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan masyarakat dengan hadiah sepeda gunung, lemari es, televisi, rice cooker, dispenser, kipas angin dan kompor gas. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan program pengurangan risiko bencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Banten, khususnya BPBD Provinsi Banten bisa berjalan dengan lancar dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat dapat terlaksana dengan optimal. 









Rabu, 12 September 2012

PETA POTENSI BANJIR UNTUK BULAN SEPTEMBER s.d NOVEMBER 2012 DI PROVINSI BANTEN



Bersama ini kami sampaikan Peta Potensi Daerah Rawan banjir di Provinsi Banten untuk bulan September s.d November 2012 yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (daftar terlampir) :


September 2012 

Oktober  2012 

November 2012

atau bisa diunduh di 
https://www.box.com/s/hfgzq9ji1rpkr8buo9us


Kamis, 12 Juli 2012

PETA POTENSI BANJIR UNTUK BULAN JULI s.d SEPTEMBER 2012 DI PROVINSI BANTEN


Bersama ini kami sampaikan Peta Potensi Daerah Rawan banjir di Provinsi Banten untuk bulan Juli s.d September 2012 yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (daftar terlampir) :

Juli 2012
Agustus 2012
 
 
September 2012
 atau bisa diunduh di :



Senin, 09 Juli 2012

Rapat Kerja Evaluasi Triwulan II dengan Mitra Kerja Komisi V DPRD Provinsi Banten Th. 2012

Jakarta, 5 juli 2012, dalam rangka evaluasi kinerja triwulan II, Komisi V DPRD Provinsi Banten mengadakan rapat Kerja dengan Dinas/Instansi yang menjadi mitra kerjanya bertempat di Hotel Grand Tropica, dalam kesempatan ini BPBD Provinsi Banten yang diwakili oleh Sekretarisnya Drs. Herry Suheri, M.Si, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi beberapa kasi dan staf menyampaikan realisasi anggaran BPBD Provinsi Banten sampai dengan Triwulan II ini. Pada kesempatan ini pula Sekretaris BPBD menyampaikan beberapa hambatan dalam realisasi anggaran tersebut.
Pada kesempatan ini pula Komisi V yang dipimpin oleh H. Media Warman, SH, SpN menyampaikan beberapa hal terkait beberapa program BPBD yang belum terealisasi agar segera ditindaklanjuti, Komisi V akan senantiasa melakukan pendampingan dan akan segera melakukan inisiasi Perda tentang Penanggulangan Bencana dan sebagai langkah awal diharapkan kajian akademis tentang penanggulangan bencana segera dilaksanakan.

Ketua komisi V DPRD Provinsi Banten, H. Media Warman, SH, SpN
 
Sekretaris BPBD Provinsi Banten, Drs, H. Herry Suheri, M.Si

 
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten
 Pegawai BPBD Provinsi Banten saat mengikuti rapat kerja

Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana


Provinsi banten yang merupakan bagian integral dari wilayah NKRI, selain memiliki berbagai keunggulan namun di pihak lain posisinya berada di wilayah yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang rawan terhadap terjadinya bencana, dari 14 (empatbelas) jenis bencana yang ada, terdapat semuanya di provinsi banten. Sehingga memerlukan kesiapan dan kesiapsiagaan serta penanganan yang sistematis, terpadu dan terkoordinasi dengan baik. Potensi penyebab bencana di wilayah provinsi banten dapat dikelompokan dalam 3 (tiga) jenis bencana, yaitu bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Menyadari kondisi alam yang demikian itu, kita perlu melakukan penanganan bencana dalam upaya pengurangan risiko bencana yang dilakukan secara bersama-sama antara aparatur pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
Berdasarkan hal tersebut, BNPB melalui BPBD Provinsi Banten pada Penguatan Kelembagaan dan pemberdayaan Masyarakat, mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana kepada Aparatur, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Ormas, dan Masyarakat. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala pelaksana BPBD Provinsi Banten Drs. Suyadi Wiraatmadja. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bagi kita bersama, antara lain :
1.       Penanganan bencana tidak hanya menekankan pada saat tanggap darurat, melainkan pada keseluruhan manajemen resiko;
2.    Perlindungan masyarakat dari ancaman bencana oleh pemerintah merupakan wujud dari hak asasi rakyat, dan bukan semata-mata karena kewajiban pemerintah;
3. Penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan pemerintah daerah, melainkan menjadi tanggungjawan seluruh masyarakat;
4.   Pemerintah daerah menyediakan ruang dan akses yang mudah agar semua pihak dapat memberikan masukan dan saran atas upaya pengurangan risiko bencana;
5. Agar pengurangan risiko bencana dapat dilaksanakan dengan baik, perlu mengidentifikasi, menjajagi dan memonitor risiko-risiko bencana serta meningkatkan peringatan dini.
Kegiatan yang telah dilaksanakan di Kab. Serang pada tanggal 26 Juni 2012 dan Kab. Tangerang pada tanggal 5 Juli 2012 tersebut rencananya kembali akan dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon.
Melalui kegiatan ini diharapkan adanya pemahaman, persamaan persepsi dan penambahan pengetahuan, serta berbagi pengalaman di lapangan dalam penanganan pengurangan risiko bencana sehingga penanggulangan bencana di Provinsi Banten bisa berjalan dengan efektif, efisien, terpadu, terarah dan menyeluruh.
Pengurangan Risiko Bencana di Kab. Serang:







Pengurangan Risiko Bencana di Kab. Tangerang